SEPASANG MATA
SHEILLA
Pagi2 buta, bahkan mungkin masih gelap mamaku sudah rapih berdandan untuk kembali ke dunia luar mencari recehan2 tak berarti dari orang 2 yang sudah tidak membutuhkannya.
Pertanyaanya,kenapa harus capek2 berdandan jika hanya untuk mencari recehan? Jawabannya adalah tanyakan saja ke mamaku.aku sendiri yang seumur hidup tinggal dengannya sama sekali tidak tau apa alasannya.
“harum sekali mama?parfum baru?”tanyaku kepada mamaku
“masa sih?ada2 aja kamu ini!”berusaha nge-les
Terserah apa kata mama deh,karena toh walaupun mama jujur atau bohong juga tidak ada masalah.wong Cuma parfum.itulah aku ,MELATI junior orang menyebutku.karena mamaku yang senior. Umurku sudah hampir 20thn,tapi mamaku hanya mengurungku dirumah tanpa sedikitpun memperbolehkan aku keluar rumah,walau hanya sebentar.
Mungkin malu?jawabnya tidak juga , mungkin karena sayang sama aku?jawabnya terlalu sayang atau bagaimana?sama2 menjadi pertanyaan.dan jawabnya yang benar adalah karena kasihan denganku begitu jawaban mamaku kepada setiap orang yang menanyakan aku kepada mamaku.
Setelah aku pikir2 mungkin benar juga,karena buat gadis semacam aku kasihan dan rasa sayang itu beda tipis.jaadi karena yang mengatakan itu adalah mamaku ,aku tidak masalah.
Aku mendengar suara sepatu hak tinggi milik mamaku,langkah kaki itu semakin lama semakin terdengar jauh.seseorang berteriak dari kejauhan
“MELATI,mama tinggal dulu!kalau mau makan mama sudah siapkan di atas meja!ingat,jangan buka pintu kalau sekiranya kamu tidak kenal dengan suaranya,dan jangan terlalu lama kamu ada di luar rumah.hati-hati” pesan yang sama setiap hari.
“iya?waalaikum salam!” dan aku kenapa menjawab salam padahal mamaku tidak mengucapkan salam ,itu hanya untuk menyindir mama supaya dirinya mau mengucapkan salam,tapi tetap saja mama pura2 tidak mendengarnya dan akupun juga tidak akan capek untuk mengingatkannya.
Itu semua karena aku sayang sama mama supaya nanti kita bisa sama2 terus,maksudnya supaya nanti jika aku mati duluan dari mama aku bisa nungguin mama di pintu surga .aku tentu saja tidak akan mau terpisah dari mamaku karena hanya dialah yang paling sabar menjaga aku,memandikan aku,bahkan terkadang menolongku pada saat anak2 kampung mulai melempariku dengan kerikil atau bahkan menyelamatkanku dari ibu2 penggosip yang suka menghinaku habis2an.coba deh,kalau tidak ada mama?mungkin aku udah bonyok di gebukin sama bocah2 cilik yang ndablek2 itu.
Walaupun mungkin di mata orang lain mama sangat rendahan ,tapi di mataku mamalah yang paling sempurna.aku sendiri sampai heran apa salahku?apa salah mamaku?sampai2 hampir semua orang kampung benci sekali denganku dan mamaku.emm,ralat ada teh rini yang masih mau berteman denganku,menyisir rambutku,mengajariku menjahit,dan kadang2 masih suka menceritakan aku cerita2 lucu.semoga pagi ini teh rini datang kerumahku.itu doaku setiap pagi!gimana enggak mama itu ngelarang aku buat main2 di luar,jadi jelas aku gak punya teman selain teteh rini.entah apa yang membuat dia begitu perhatian denganku ,hingga rela menemani seharian dirumah,belum lagi kalau mama telat pulangnya.bisa2 teteh rini menginap dirumahku.jawabnya,mungkin karena teh rini kasian juga denganku tidak apalah,berarti teteh rini juga sayang sama aku.
“assalamualaikum..melati!kamu di dalam neng?”seorang gadis berjilbab berdiri di depan pintu rumah melati sambil membawa rantang makanan.
“waalaikum salam,iya teh tunggu sebentar”aku berjalan meraba2 berusaha mencari daun pintu untuk ku tarik gagangnya dan cepat2 kubuka pintunya .sampailah aku di depan pintu,sebentar akan kupastikan sekali lagi bahwa itu adalah pintu rumah,bukan pintu lemari.yah!!ternyata tepat.ini adalah pintu rumah,kubuka pelan dan gadis berjilbab itu muncul kepalanya,hehe
“lama ya teh?maaf deh soalnya aku harus benar2 memastikan ini pintu rumah atau pintu lemari?teteh tau kan kenapa?ayo masuk teh”aku berkata kepada teteh rini sambil ku tarik tangan teh rini
“ah kamu ini ada2 aja!emang tampangku kayak gantungan baju apa?hehe,mama kamu sudahh berangkat ti?”sahut teh rini membuat aku tersenyum sambil dia menaruh rantang yang sedari tadi dibawanya,diatas meja makan .
“sudah teh!habis sholat subuh tadi mama sudah siap2 berangkat!tumben juga berangkatnya pagi,biasanya habis dzuhur!”sahutku sambil mencari2 kursi meja makan untuk kududuki,tapi kali ini teteh rini yang menuntunku untuk duduk di kursi itu.
“iya2 ya?mungkin aja mamamu tidak mau telat berangkat kerja ti!kamu belum makan kan?makan dulu aja ya?”teteh rini mengambilkanku nasi dan lauknya di piringku,kemudian dia mengangkat tangan kananku untuk mengambil sendok.
“doa dulu ti!”pesan yang selalu sama dari teteh rini, aku mengangguk.kemudian teteh tidak terdengar suaranya,mungkin mencucikan bajuku atau mungkin mencuci gelas2 kotor dibelakang aku tidak tau.
Tapi,gadis berjilbab itu masuk kekamar mamanya,membuka lemari baju mamanya.pertanyaannya,kok teteh lancang?jawabnya demi MELATI junior dia harus memastikan mamanya benar2 pulang malam ini atau tidak karena dia tidak mungkin menanyakan hal itu pada melati,karena apa?karena mungkin tidak tega dengan MELATI junior.baru saja pintu lemari di buka?hampir semua isi lemari itu tidak ada.artinya Tanya saja pada teteh rini ,hehe
“oh,berarti benar!!dia memang akan melakukannya?ibu luar biasa”batin teteh rini dalam hati.
Tiba2,prraaang………….. suara gelas pecah membuyarkan lamunan teh rini yang kemudian berlari ke meja makan untuk memastikan ada apa dengan MELATI junior.
“ti,kamu kenapa hati2 dong?”kata teh rini sambil berusaha menenangkan melati yang shock sesaat karena takut.
“maaf teh, aku tidak sengaja!”akupun menangis merasa bersalah.tapi teh rini memelukku dan tetap berusaha menenangkan aku.aku kembali menyalahkan diriku yang bodoh ini,kenapa juga harus menyenggol gelas dan memecahkannya.andai aku…………………..sama seperti teteh rini.mungkin saat ini aku telah bekerja dan menggantikan mama.untuk tidak capek2 lagi mencari recehan siang dan malam.
“sudah ti jangan nangis!Cuma gelas kok?nanti teteh yang beresin,kamu jangan turun dari kursi itu nanti kena pecahan gelasnya!oya,ti malam ini teteh menginap di rumahmu ya?”kata teteh sambil menunduk mengambili pecahan2 gelas yang tersebar kemana2 karena ulah bodohku.
“iya..iya..nanti mama pasti seneng karena nanti malam ada yang mengajari mama mengaji”sahutku sumringah sekali.aku tidak tau kalau teteh rini menatapku dalam sekali.
“mamamu tidak pulang malam ini?ehhm,maksudku untuk beberapa malam ini,aku baru ingat semalam waktu mamamu datang mamamu bicara sama aku dan bilang kalau mamamu tidak pulang untuk beberapa malam”teteh rini menjelaskan perlahan2 agar aku tidak menangis lagi dan aku tidak marah kepada mama yang sengaja tidak bercerita denganku.aku berusaha setenang mungkin menahan kecewaku kepada mamaku akupun berpikir apa aku benar2 tidak pantas untuk hanya sekadar tau apa alasan mamaku sendiri untuk tidak pulang dalam beberapa malam ini.ya sudahlah aku hanya bisa berdiam untung aku punya teteh rini.
Malam ini aku harus berangkat kerja,impianku menjadi seorang uztadzah hanya bisa aku pendam dan aku kubur dalam2 hatiku.seperti kataku pagi itu kepada teteh rini aku menggantikan mama bekerja hingga mama tidak perlu capek2 lagi mencari recehan dari orang yang tidak membutuhkannya.kini akulah yang merangkap menjadi melati junior dan senior.
Mungkin mama sudah menunggu aku di pintu surga,dengan baju paling indah dan mata yang paling indah di dunia ini.ya!benar sekali mama telah menukarkan sepasang mata indahnya dengan mata buta ku dahulu.kali ini bukan karena kasian tapi karena mama benar2 sayang kepadaku?malam itu sebelum mama sakit dan sebelum malaikat menjemputnya mama berbicara pada teteh rini yang ternyata dia seorang perawat rumah sakit yang peduli terhadap keluarga kecil mama,yang lebih tepatnya hanya aku dan mama.dan ternyata lagi mama sudah tau bahwa dirinya menderita kanker leher rahim dan mama juga sudah tau bahwa hidupnya hanya sampai pada usia20tahun-ku.sekarang aku sudah 20tahun lebih4bulan.mama berkata pada teteh bahwa akan mewariskan matanya untukku.mama bilang hanya inilah harta yang pantas ia wariskan padaku.
Aku marah sekali pada mama karena dia merahasiakan ini semua dariku tapi akhirnya aku mengerti bahwa ini semua karena mama sangat sayang padaku.aku tau itu pasti!!karena kali ini mama tidak akan bisa nge-les lagi.
Kebanyakan laki2 itu bertanya padaku “darimana kau peroleh mata yang sangat indah itu,sempurna sekali”
Dan jawabku adalah senyum penuh kebanggan,pantas saja mama banyak yang ngantri wong mamaku itu cantik dan memiliki sepasang mata terindah di muka bumi ini.
Jika ada orang yang bertanya kepadamu tentang sepasang mata indahku atau tentang MELATI junior dan senior jawab saja “tanyakan sendiri padanya”
Dan jika ada seseorang yang bertanya padamu tentang mata indahmu ,jawab saja “hanya aku yang tau”
Karena,sepasang mata adalah sama dengan sepasang hati yang tidak akan bisa di pisahkan satu sama lain.seperti aku dan mamaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar