MUNGKIN BESOK ATAU LUSA…
SHEILLA
Bagiku buku agenda adalah harta paling berharga dalam dunia kerjaku setelah ibuku tentunya.yah mungkin seperti itu gambaran singkatku tentang buku agendaku.tidak terlalu penting ya?mungkin begitu..mungkin juga tidak bagiku.
Banyak sekali kemungkinan2 dari kata2ku setiap hari.tidak di telepon,tidak juga di sms,tidak juga dalam percakapan langsung.buat orang seperti aku banyak sekali alasan2 yang kamu harus tau tapi aku susah untuk menjelaskannya karena terlalu rumit,terlalu ribet untuk di jelaskan.sekarang aja aku ngomongnya udah ribet kan?ya inilah aku.perkenalkan namaku SANTI.orang2 biasa memanggilku “nyonya,atau ibu” kalau bibi di rumah sich manggilnya “enon” gak tau kenapa dia suka sekali menambahkan huruf ‘E’ di depan kata ‘non’ yang artina nona.
Aku penulis,merangkap sebagai pemilik slah satu perusahaan kecantikan ternama.kok tidak ada hubungannya?mungkin iya.tapi kenyataannya aku bisa menjalani keduanya selama bertahun2 dengan baik.perfeksionis itu yang selalu bunda katakan kepadaku,egois itu yang selalu ayah katakan kepadaku.mungkin ada benarnya juga yang mereka bilang padaku .
Aku tidak keberatan di bilang seperti itu.mungkin iya,hingga sampai 2tahun terakhir setelah malam itu aku sudah tidak pernah pulang ke jogja untuk menjenguk bunda dan ayah.
Mungkin aku masih marah dengan orang tuaku,mungkin juga karena kerjaanku yang akhir2 ini menumpuk sekali,bahkan untuk sekadar makan siang saja kadang aku tidak sempat karena aku benar2 sibuk di kejar deadline oleh penerbitku.
Beep…beep…
Dering teleponku,di layar telepon itu tertulis jelas ‘BUNDA’ calling..aku menoleh sesaat dan kembali melihat layar komputerku uuntuk terus mengetik dan berkata dalam hati “nanti ku telepon balik bun”
Setelah melakukan tugasku,aku kembali mencari buku agendaku untuk melihat ada rencana tuhan apa untukku esok hari.sebenarnya bukan rencana tuhan?aku sendiri yang menulisnya di buku itu tapi aku selalu mengatakan pada diriku bahwa apapun yang terjadi padaku tiap hari dan tiap saat itu adalah rencana tuhan.
Di kejauhan,seorang ibu yang tengah berperang dengan sakitnya sendiri masih bisa berdiri dan memasak untuk suami tercintanya.sesekali ayah masuk kedapur untuk memastikan bahwa bunda benar2 kuat untuk berdiri lama dan memasak makan malam.
“mbok yowis tho pak?ojo keluar-masuk ae dari tadi,bosen aku nyawange!”bunda mengeluh,katanya “sudahlah yah,jangan keluar masuk aja aku bosan melihatnya”
Ayah hanya tersenyum,omelan bunda itu berarti sudah terlihat bahwa bunda memang sudah agak sehat.bunda sudah selesai memasak,ayah menunggu di meja.tetapi, wajah ayah berubah.
“kok banyak banget tho bu masaknya?mau ada tamu tho?”kata ayah sambil menyendok nasi di atas meja.
“iyo,santi mau datang malam ini.dia sudah janji sama ibu!”kata bundaku dengan wajah yang sangat gembira.
“bu,santi ndak bakal pulang malam ini!opo ibu ndak ingat dengan sumpah serapahnya dia ndak bakal pulang kalau dia tetap kita jodohkan”ayah menyahut sambil mengunyah makanan
“tapi santi sudah janji denganku!dia pasti datang malam ini,aku wis deket banget sama malaikat tiap malem aku di datengin ,tiap hari malaikat dateng buat jemput aku pak?tapi aku ndak bakal pergi sebelum santi menikah.”bundaku meneteskan airmatanya.
“heleh,wis tho bu?ndak usah ngomong begitu”ayah memang sudah tidak bakal percaya lagi denganku.
Ayah dan bunda tidak tau bahwa aku sudah ada di teras belakang rumah,dan mereka juga tidak tau bahwa aku kembali pulang ke Jakarta karena penerbitku menelponku dan ada urusan perusahaan yang sangat mendesak.dalam hatiku aku berkata “mungkin besok atau lusa aku bisa datang lagi”
Kamu tau?itu sudah kejadian ketiga,mungkin sekarang bunda sudah capek nyuruh aku pulang ke jogja.sehingga sudah 2tahun ini aku benar2 jauh dari ayah bundaku.aku mungkin terlihat jahat sekali,bahkan sampai dengan orang tuaku aku menomor duakan mereka hanya untuk harta duniawi.
Malam tadi,aku lupa untuk menelpon balik bunda!kuputuskan hari ini aku menelpon bunda,nomor bunda aku ketik dan tertulis jelas di layar hpku “bunda”calling………….
Seseorang mengangkat,”hallo,mbak santi?ini ririn mbak!bude mbak,bude…”ririn menjerit2 menangis
RIRIN itu adik sepupuku yang tinggal dengan ayah bundaku di jogja,aku yang membiayai sekolah dan semua keperluannya.”ada apa tho rin?kok kamu nangis?bunda kenapa?”tanyaku seolah tak ada kejadian apapun,dan sama sekali tanpa ada rasa bersalah sedikitpun,padahal ini semua salahku.
Malam itu juga aku terbang ke jojga,kutinggalkan agendaku,kantorku,komputerku dan semua yang menghalangiku .aku harus bertemu bunda dan menjelaskan semuanya,HARUS!!!
Tapi sepertinya,bunda sudah tidak mendengar kata2ku.bunda sudah pergi dan ayah hanya bisa terpaku diatas kursi roda tanpa bisa bicara sepatah katapun.aku mengerti ini semua salahku,andai saja malam itu aku mengangkat telepon bunda,aku pasti masih bisa mendengar suara bunda untuk yang terakhir.
Sekarang,hanya ada penyesalan.
Untuk bunda:
selamat jalan bunda maafkan santi yang tidak pernah ada di saat bunda menanti santi.maafkan santi bunda,santi sayang sekali dengan bunda,maafkan santi……
Tidak capek2nya aku mengucapkan kata maafku untuk bunda,semoga bunda mau mengerti.buat kamu,selama kamu bisa selama kamu mampu selama bundamu masih ada selama semuanya belum terlambat lakukan!lakukanlah dan katakan terimakasih dan sayangmu padanya.sebelum kamu benar2 kehilangan dan merasa bahwa dirinya sangat berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar