LANGIT……
SHEILLA
“Sudah cukup kamu memikirkan dirinya,aku sudah capek melihatmu menangisinya kau ini seorang laki2,bukan seorang gadis ABG yang lagi patah hati”kata seorang teman yang jadi tong sampahku setiap aku ada masalah dengannya.
“kamu cemburu kan?karena sebenarnya kamu mencintaiku tapi karena aku menganggapmu sbg temanku jadi kau urungkan niatmu un tuk menyatakn cintamu padaku”kataku pada temanku ini.bukan jawaban yang aku dapatkan tapi tamparan dan tatapan mata kebencian nya padaku.
Iya!aku akui akulah yang salah tapi aku hanya terbawa emosi saat itu aku hanya merasa semua orang telah meninggalkanku.suer!aku tidak sadar sudah mengatakan itu pada temanku itu.
Suatu malam,setelah insiden tamparan itu aku mencoba menelponnya dan ingin meminta maaf?kenapa baru sekarang aku meminta maaf?jawabnya karena aku tau kalaupun aku memohon maaf saat itu juga dia tidak akan mau memaafkan aku yang ada dia akan semakin marah.
“masih marah sama aku?”tanyaku hati2 sekali
“menurutmu?kalau kamu masih saja menyebalkan,tutup saja telponnya”kata temanku lagi.itu artinya dia sudah melupakan insiden malam itu dan dia sudah memaafkan aku.aku temannya jadi aku mengerti sekali apa maksud kata2nya.
Seseorang pernah menceritakan aku tentang lilin harapan.mungkin bagimu aku ini adalah seorang cowok melankolis yang suka dengan cerita2 roman dan yang sering menangis.justru aku sedang belajar untuk menjadi laki2 seperti karang yang terlihat tangguh di mata siapapun.
Aku ulangi lagi.Seseorang mengatakan bahwa lilin harapan akan selalu ada untuk siapapun.dan lilin itu pun akan selalu berjanji padamu bahwa ia tidak akan meninggalkanmu tidak akan membiarkanmu dalam kegelapan.
Sama sepertiku yang awalnya merasa bahwa semua orang telah meninggalkanku bahkan temanku itu.dia meninggalkan aku dengan sebuah tamparan dan tatapan kebencian.
Tapi kamu tidak tau,bahwa itu dia lakukan hanya untuk menyadarkan aku bahwa aku sudah mulai gila dengan racun cinta dari perempuan yang telah menyakitiku dulu.tatapan mata itu sebenarnya berarti ‘aku tidak menyangka kamu setega itu denganku’
Itulah yang dikatakan temanku itu.aku percaya dengannya karena hanya dia saat ini yang paling memahamiku,bukan hanya memahamiku tapi juga selalu ada saat aku membutuhkannya dalam keadaan apapun.dia temanku!tidak lebih.itu yang selalu aku katakn pada teman kantor atau siapapun yang bertanya kepadaku tentang kedekatanku dengannya
Sekarang,kenapa aku masih saja mengharapkan sebuah langit bila aku sudah mempunyai awannya.
Kenapa aku masih menginginkan rintik hujan bila aku sudah punya pelanginya.
teman ku lah yang menceritakan tentang lilin itu.temanku ini ternyata telah lebih dari lilin itu.
Sekarang aku memanggilnya SAHABAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar